Veterinary Embryology

Lecture Notes

KEMBAR

February 28th, 2011

Kembar merupakan keadaan dimana terdapat lebih dari satu fetus/anak pada satu kebuntingan/kelahiran. Kejadian kembar umumnya dikenal pada hewan-hewan yang secara normal beranak satu, sebaliknya pada hewan yang beranak banyak (multipara) tidak disebut sebagai kembar. Pada hewan multipara tersebut anak-anak yang lahir pada satu periode kelahiran lebih sering digunakan istilah anak sekelahiran atau littermate.

Istilah kembar dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu kembar monozigotik dan kembar dizigotik/ fraternal. Kembar monozigotik merupakan kembar yang berasal dari satu zigot, sehingga kembarannya secara genetik sama. Kembar dizigotik merupakan kembar yang berasal dari zigot yang berbeda, dengan demikian kembarannya memiliki genetik yang berbeda.

Kembar dapat terjadi oleh beberapa sebab, yaitu:
a. Pemisahan sel-sel blastomer embrio pada tahap pembelahan dan blastulasi, umumnya akan menghasilkan embrio kembar monozigotik sempurna
b. Pemisahan atau duplikasi garis primitif pada embrio tahap gastrulasi, umumnya akan menghasilkan embrio kembar monozigotik tak sempurna atau kembar dempet
c. Ovulasi ganda dari sel telur yang selanjutnya masing-masing sel telur tersebut dibuahi oleh sebuah spermazoa, menghasilkan kembar dizigotik

Berdasarkan proses pemisahannya, embrio kembar monozigotik ada yang memisah secara sempurna, sehingga masing-masing embrio berkembang menjadi individu yang sempurna; dan ada pula yang memisah secara tidak sempurna, disebut juga kembar dempet atau kembar siam.

Berdasarkan besar atau ukuran embrio yang berkembang, kembar dempet ada yang berukuran sama besar (equal) dan ada yang tidak sama besar (unequal). Embrio yang berukuran lebih besar umumnya berkembang menjadi individu normal sedangkan embrio yang berukuran lebih kecil akan mengalami keterlambatan dan bahkan berhenti berkembang. Embrio yang lebih kecil dan tidak berkembang ini sering disebut sebagai embrio parasitik.

<< Kembali ke DAFTAR ISI